Info Panti Pijat Bayi

panti pijat bayi

Tanpa sengaja ketika anak dari adik saya yang masih bayi usia sekitar 6 bulan, di bawa kesebuah panti pijat bayi yang berlokasi di desa jambangan kecamatan besuk kabupaten Probolinggo.

Saya melihat hal yang luar biasa untuk sebuah panti pijat tingkat desa, karena betapa banyak tamu yang datang ketempat itu, dan pemandangan antrian ibu-ibu sudah bukan hal yang baru lagi jika anda sedang melintas tepat di depan rumah ibu maya, begitu nama ibu yang ahli dalam memijat bayi dan anak-anak dibawah lima tahun ini, entah itu merupakan nama yang sebenarnya atau hanya julukan, yang jelas orang mengenalnya dengan sebutan ibu maya, memang ibu maya ini usia masih cukup muda tapi kepiawaiannya dalam menangani bayi ataupun balita sudah tidak diragukan lagi.

Foto di atas saya jepret pada waktu siang menjelang sore, jadi pengunjung sudah mulai sepi, tapi anda bisa melihat lahan parkir yang di sediakan oleh ibu maya sudah menandakan bahwa tamu atau pengunjung yang datang jumlahnya selalu banyak setiap harinya.

Dan kenyatannya memang seperti itu, bahkan luar biasanya lagi tamu yang datang tidak hanya dari kabupaten Probolinggo saja, dari luar kotapun juga banyak, katanya mereka dapat info dari saudara atau dari mulut-kemulut, dan menurut apa yang saya lihat untuk bisa mendapat layanan pijat dari ibu maya ini kita harus terlebih dulu mengambil nomor antrian, karena jika tidak kita tidak akan kebagian jatah waktu. ( kayak di Bank ajah..!!! ).

Jadi para tamu yang datang untuk memijatkan bayinya berlomba-lomba untuk datang lebih pagi agar bisa mendapatkan nomor antrian pertama, karena jika tidak anda akan kesiangan lama menunggu, atau bahkan anda akan di tolak dengan alasan waktu yang sudah tdak memungkinkan.

Yang lebih mulia lagi dari praktek yang dilakukan oleh ibu maya ini adalah tidak mematok harga khusus alias seikhlas hati kita, dan sebagian dari pendapatan dari hasil memijat ini banyak yang disumbangkan untuk tempat-tempat ibadah ataupun kegiatan sosial lainnya.

Nah jadi buat anda yang mungkin juga sedang membutuhkan jasa panti pijat untuk bayi atau putra-putri anda terutama yang berada di wilayah kabupaten Probolinggo dan sekitarnya tiada salahnya untuk mencoba keahlian ibu maya ini, ( bukan promosi tapi penulis hanya kagum dengan jumlah pengunjung yang datang setiap harinya ).

Jika masih butuh info lebih jauh tentang praktek yang di lakukan ibu maya ini anda bisa meninggalkan komentar pada postingan ini, mungkin penulis bisa membantu sebatas apa yang penulis ketahui, terima kasih.

2 Comments

  1. 1
    draguscn Says:

    Hehehe .. menarik juga ..
    Salam kenal juga Mas Shetiawan .. Trims commentnya di blog saya. Kapan kalo sudah mulai anda harus mau diundang untuk meramaikan ..

    Kalo sudah bicarain dukun saya agak-agak kurang sepakat nih di”promosi”-kan. maklum tugas saya sebagai kepala puskesmas adalah menjamin jangan sampai ada masyarakat di wilayah kerja saya ditangani oleh orang yang tidak kompeten.

    Memang sekarang jadi pertanyaan, yang tidak kompeten itu siapa? mbah mbak dukun apa bu bidan & pak mantri yang masih muda-muda itu ?
    Di puskesmas baru-baru ini dikenalkan konsep enterpreneur.
    Beberapa puskesmas malah sudah ada yang diujicoba untuk menjadi puskesmas enterpreneur. Sayang di tempat saya cuma kebagian sosialisasi.
    Namun begitu saya dapat mengambil pelajaran berharga dari sana. Konsep enterpreneur adalah penilaian berdasarkan kinerja dan terjaminnya kepuasan pelanggan. beberapa tehnik dijabarkan disini. Namun yang sangat penting adalah kepuasan pelanggan selama ini lebih banyak dilakukan oleh pelaku non kesehatan. Misalnya yang berbasis produk. Mereka malah bisa sangat besar penganggaran iklan.
    Atau yang berbasis jasa (seperti mbak dukun ini). Entah kepuasan pelanggan bisa dicapai dengan harga murah atau senyum ramah si mbak, itu sudah jelas ngalah-ngalahin pelayanan dari bu bidan dan pak mantri.
    Sudah sering kita dengar kalo bidan-bidan di kamar bersalin judes-judes. (mungkin karena yang ndengerin sedang ngeden kesakitan) atau banyak perilaku yang tidak menyenangkan yang diterima oleh keluarga miskin di rumah sakit. Ini contoh betapa insan kesehatan masih jauh dr mengerti bahwa meskipun yang datang itu orang sakit, merekalah yang jadi sumber rejeki dari pelaku kesehatan.
    Saya pernah di stopan lampu merah ditawari brosur panti pijat. Ini jelas strategi periklanan murah meriah. Mungkin bisa menangkap 1-2 pelanggan dari sana. Dari manajemen pemasaran ini konsep yang salah sih .. tapi kalo melihat pelakunya adalah panti pijat, dukun dll mestinya pelaku kesehatan harus mulai introspeksi seberapa banyak cutomer loyalty diperhatikan di unit kerja masing-masing.

    Wah nda terasa panjang juga udah curhatnya..
    Oke saya tunggu blog-walkingnya , ajak temen-temen dong .. kita bikin komunitas probolinggo melek internet ..

    Salam

  2. 2
    dhany Says:

    di Leces juga ada, cuman kalo ngantri mulai jam 5 pagi baru dipijat jam 11 siang
    Lokasinya di jl. Kyaisari
    Untuk yg medic nggak usah takut tersaingi karena semua sudah ada rejekinya masing-masing


RSS Feed for this entry

Leave a Comment